Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz25DEEQAMW Tuesday Fragrances

Thursday, 17 July 2014

The Past

Among big buildings I write the letters for you
On the streets
On the sad leaves which grab less sunshine

Among big buildings I see hundreds sun went up and down
None of them leave me the sight of yours
Only shadows of memory

The past should not dwell this long


-for every past I can't get rid until now- 

Wednesday, 2 July 2014

Virgo

Mengalahkan diri menciptakan dekonstruksi
Lalu segala yang di imaji segera terjadi
Aku tahu aku
Aku mendapatkanmu

Jika tubuh diserah tidak berarti hati turut pasrah
Jika hati diserah tidak berarti tubuh harus pasrah
Jika aku menyerah mampukah kamu tegar
Jika kamu menyerah mampukah aku tetap kekar

Siapa tahu jika hati rusak akan bisa dibenahi?
Siapa tahu rahasia di masa kini?

Kita di dua dunia
Tetapi satu kata
Kita berbahasa
Tetapi hanya lewat raga

Biar semua mengalir selagi tangan kita berjalin
Jiwa ini masih milik diri
Segala mungkin akan berdiri dengan sendiri
Lalu tanah dan air jadi satu dalam sebuah kelahiran

Monday, 23 June 2014

Standing in A Happy Sad Ending Movie

I feel irrationally happy.
I feel like glowing and transported to a world where beauty is all in the sphere...
When night is coming, the sky is full of stars that blinking to me. The moon is high and staring at me with her yellow face. I don't hesitate to stare back to her and smile so widely like a little stupid girl.
Then when the day is all I have, the sun shines to me warmly. It doesn't make me feel burned, just warm and comfort.
The wind is soft... So soft till I can sing all the way as I walk from places to places.
The loneliness I have is so calming.
Like a happy sad ending in a romantic movie.
Like an eternal mortality who makes people appreciate every single moment in their lives.

And I am the river inside the rain forest, flowing to every corner of the world
I am the leaves on an Ash tree, constantly in self-renewal state
I am home...

Strangely I feel happy and peaceful.
Like crying in the embrace of God.
Like standing in a happy sad ending movie.

Through the love of my friends, I feel loved.
Through the fall of my family, I feel love.

And through everything, I feel alive.


Wednesday, 18 June 2014

Untuk Pa

Kepingan memori bertebar. Setiap kata bermakna melebihi ia seharusnya. Di lini masa akhirnya berjumpa. Bertukar sapa dan saling bertanya.
Tapi kau belum menjawab rinduku degan sungguh-sungguh.
Tapi kau masih terasa begitu jauh.
Dan aku ingin menangis karena rindu.
Aku ingin menangis akibat kuatnya gejolak ingin kau peluk.

Begitu sulit jalan kita. Begitu sulit dan kita terus terluka.

Tapi aku bersedia memberi maaf. Aku masih membuka lengan lebar-lebar agar kita saling berpeluk.
Aku bersedia lupa verba buas yang kau ucap dan menghalau sakit hati yang bercokol tahunan lamanya !

Pulanglah...
Pulanglah...
Pulanglak...

Aku pun begitu rindu kau, Pa.


Sunday, 15 June 2014

Mabuk kebisingan

Ini masih merupakan salah satu perasaan paling menyenangkan. Ketika frekuensi dan volume dari boks speaker semakin meningkat dan menjadi bising. Ketika gitar, bass, keyboard, drum dan sound effect berkolaborasi menciptakan suatu intensitas yang memabukkan. Ruangan menjadi hampa dalam gemuruh. Gambar gambar dari LCD seolah melayang melewati lautan manusia begitu saja untuk menyapa para kelopak mata yang terpejam memasuki arus imajinasi.
Dan aku mabuk.
Dan aku teraduk.
Sekeliling bergetar oleh dentum dan derau.
Ingin aku berteriak parau !

Segalanya lenyap, kecuali kebisingan dan aku.

Ini masih salah satu perasaan terbaik yang bisa dirasakan. Mabuk tanpa menenggak. Hilang tanpa bergerak.
Jagad membising dalam senyap.

14 Juni 2013, The Radiyant Studio - BISING

Friday, 16 May 2014

Kelana di rumput hijau

Mungkin sebagian dari dirinya bodoh atau dungu. Kelana kembali tersasar dan menginjak rumput yang bukan miliknya. Ia pikir kala senja itu, sang rumput memanggilnya untuk berbaring bersama dan menatap purnama. Ia pikir.. Ia pikir.. Ia pikir ini adalah kemungkinan baginya untuk tinggal sementara.
Tetapi bahkan kata sementara tidak ada di udara antara rumput dan Kelana. Rumput itu hanya ingin merasakan sentuh tangan manusia sejenak, bukan untuk tingal bersama. Rumput itu sejatinya sedang menunggu kehadiran bunga melati kecil. Kelana akhirnya tahu, bahwa si rumput jatuh hati terhadap bunga melati yang sedari tahun lalu tumbuh di dekat inangnya. Rumput ingin hidup bersamanya.

Kelana muak, kenapa sang rumput tak pernah jujur dan hanya membisu?

Ah Kelana lupa, ia kan hanya rumput. Mana bisa bicara?

Jadi Kelana memaksa diri untuk bangkit dan meninggalkan padang rumput kecil yang sedang berdua- dua dengan setangkai melati putih. Kelana kembali berkelana melewati hutan dan sungai yang kelak mengalir hingga ke samudera. Ada baiknya ia berhenti menoleh ke kanan dan ke kiri. Sebab bisa jadi ia malah akan bertemu dengan sosok semacam rumput yang hanya diam-diam memuaskan dahaga lalu melemparnya.

Lagipula si rumput memang hijau, sehijau lakunya. Biarkan saja, mungkin memang ia lebih tepat bersama melati. Kelana sungguh tahu bahwa segala yang hijau akan hancur jika terlampau lama dengannya. Jadi, mungkin ini memang takdir.
 

Doa

Semoga matahari esok bersinar hangat untuk jiwa-jiwa yang telah kedinginan oleh hujan semalam suntuk.
Semoga hujan yang telah turun semalaman ini tidak lagi jatuh ke bumi dan menciptakan gigil hingga ke jiwa.
Semoga angin yang meninggi hanya menciptakan cirrus dan bukan stratus.
Semoga di malam hari kita akan melihat halo bulan lagi.
Semoga kita akan dihangatkan oleh matahari dan diterangi purnama kala petang.
Semoga kita masih bisa terus bermain bersama di taman ini dengan cuaca yang baik.

Amin

Monday, 12 May 2014

Labuhan Hilang

Hari ini dan beberapa hari lalu nampak seperti repetisi dari hari-hari yang lebih lampau. Entah mengapa.
Barangkali semburat kegamangan yang menyala-nyala yang kemudian membawa rasa itu. Barangkali sunyi yang begitu hingar yang membuat hari-hari jadi seolah begitu sama.

Beberapa tempat telah pernah menjadi labuhan dan sandaran, beberapa lainnya kemudian ditinggalkan karena terasa ada kontur yang tidak cocok. Orang datang dan pergi, begitu pula denganku. Kesadaran bahwa hal-hal tidak akan selamanya sama memang tertanam dengan baik di kepalaku. Dan segala labuhan yang pernah disinggahi, barangkali aku mulai merasa enggan percaya bahwa selamanya ia akan punya kontur yang cocok denganku. Barangkali kelak aku berubah atau mereka berubah hingga kita kemudian tidak bisa lagi ada.

Suatu ketika senja hendak berakhir, lalu gelap yang mendekat terasa begitu mencekam. Tetapi ia tak pernah lebih mencekam dari waktu menjelang datangnya pagi. Sama halnya dengan kedekatan. Seorang diri memang terasa begitu mencekam. Tetapi ia tak pernah lebih mencekam dari pada bersama-sama orang lain... Sebagian akan berkata bahwa diri telah terjebak dalam dunia ilusi. Sebagian lainnya akan berkata bahwa penolakanlah yang terjadi hingga segalanya selalu ajeg dan menjauh. Hey, apakah kau tahu seperti apa ketakutan itu? Apakah kau tahu seperti apa ketidakberdayaan itu? Perasaan muak yang membuat lumpuh.

Ah tapi kau memang tak perlu tahu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, suatu ketika kita akan tak lagi ada karena kontur yang mulai tak saling cocok. Suatu ketika labuhan akan berubah atau mungkin yang berlabuh yang berubah.

Jika memang imajinasi ini yang kelewat kuat, aku bertanya-tanya mengapa tidak dihancurkan saja kepala ini? Sekalian biar sempurna dekonstruksi itu terjadi. Hancurkan saja hingga otak tidak lagi mampu berpikir. Hancurkan saja... Hancurkan... Hancurkan sebelum seperti kau bilang bahwa itu yang lantas memerangkap !

I find this alley is so empty...
So crowded but so empty...
And you tell me I am no deaf, no either blind...
And you tell me that its the mind that thinks it empty...
So its the mind that got the malady...\
So why don't you crush it like the rest of my people who had crushed me slowly?

Wednesday, 30 April 2014

Waktu Sudah

Aku ingin menyerah.
Mengalah pada waktu yang perlahan telah menggerogoti tubuh.
Bagai jasad yang disimpan di liang lahat, aku pelan-pelan habis.
Lalu apa yang bisa kutinggal jejakkan kelak lewat waktu?
Kala tubuh tak mampu memberi lebih...

Aku ingin berserah.
Biar seluruh tulang dan darah tak lagi punya remah.
Dan waktu akan menjadi pemangsa yang memakanku tanpa sisa.
Biar di keheningan hanya terkenang lubang kosong tempat aku pernah ada.
Lalu oleh waktu pun, sejarah akan berganti pemilik.
Mungkin aku jadi ada, mungkin aku jadi tiada.

Aku ingin menyerah.
Biar waktu mengoyak semua.

Wednesday, 16 April 2014

Permintaan Buatmu

Ngger, dalam belulang yang membaja ini masih merasuk rindu tentangmu. Pilu yang sekian minggu lalu membeku di relung kalbu, kini seolah luluh luber jadi sesosok hantu. Ngger, seluruh jagadku rasanya kembali terpaku pada sosokmu.

Ngger, di bawah purnama rembulan aku tercekik syahdu. Tetapi aku tak pernah tahu bagaimana rasamu. Sedangkan perempuan manapun tak akan sudi berdiam pada ruang abu-abu. Bulan pun tahu itu. Maka hadirmu selalu jadi gulana baru yang mengusik batinku.

Ngger, jika hati ini adalah beranda dan rindu adalah debu, maka sungguh ingin kusapu jauh debu rindu itu. Ingin kujaga agar beranda hati ini tetap bersih dan tak berdebu. Ngger, bukannya aku ingin membuangmu. Hanya saja kini aku telah penuh dan datangmu membawa sesak bagiku. Sehingga aku butuh kau untuk segera berlalu. Pergi saja dengan Sang Roda Waktu.

Ngger, dalam belulang ini masih ada dirimu. Tetapi aku minta kau larut saja dengan waktu. Aku minta, pura-puralah bahwa aku tak pernah mencintaimu !