Monday, 6 December 2010

imajinarium vs realita

aku memang bukan imajiner sedahsyat Rowling dan Tolkien.
aku tidak punya keliaran untuk menerbangkan kapal Kapten Hook seperti yang dilakukan Peter Pan, Wendy, The Lost Boys dan kunang- kunang Neverland.
tapi dengarlah, dalam kepalaku ada semesta mini yang berisi harapan, impian dan hasrat.
seperti alam imajinarium yang menyajikan setiap damba dan keping ingin dari dalam hatimu.
setiap waktu di sanalah aku berada. menari bersama jelata
dunia imaji.aku tidak bisa berhenti merangkai andai dan menyulam dimensi lain di kepalaku. seolah aku sedang berusaha menuliskan takdirku.
aku tidak pernah berhenti. tidak ketika aku mencuci, tidak ketika aku berlari, tidak ketika aku makan mandi maupun tidur.
aku bisa berkhayal kapanpun aku mau.
lalu kemudian realita mulai berhembus.waktunya ke sekolah dan menjalani ujian.
aku jadi bertanya- tanya, bagaimana mungkin saat ini sekolah dan ujian menjadi sangat tidak nyata?seolah mereka adalah mimpi dan imajiku adalah keadaan nyata.
sekolah dan ujian menjadi bagian yang hanya akan aku skip saja, sedang hidupku adalah dunia imaji yang aku bikin.
aku memang tidak bisa mengurai imajinariumku dalam kosa kata dan nada , tidak juga pada rupa. tapi aku tahu suatu ketika akan tiba saat dimana jemari imajiku akan membawakan aku pada realita yang mempesona... :)

No comments:

Post a Comment