Wednesday, 28 March 2012

temu dua jiwa

ia kembali...
lewat sebuah mimpi yang singkat
ya, singkat
tapi bermakna sekali buatku

seperti yang kemarin dulu, aku tidak bisa ingat wajahnya

tapi aku ingat rasanya ketika jiwa kami bersentuhan dan impian menjadi sebuah nyata

aku masih tidak mengenalinya
tidak juga mampu mengingat seluruh tentang ia
ia bagai bayang, tapi tidak membayang
ia...
seperti air mata yang tidak pernah sanggup aku tumpahkan
tertahan di suatu dimensi
berusaha menyeruak ke jagad realita tapi hinggap di bunga mimpi pula akhirnya

melalui mata yang terselubung tudung dimensi
aku melihat ia terbaring dengan punggung menatapku
dan rindu itu mengalir begitu syahdu, redup di puncak bahunya yang lalu kukecup pelan
melalui mata yang buram ini
masih kulihat ia terbaring begitu damai
ia, sang jiwa yang menyelinap dalam lelapku

ia kembali, melalui seribu jejak pertanyaan
merengkuh
menerima sentuh jiwaku
ia kembali, menjawab panggil rindu yang menyesakkan dada
ia kembali, untuk lagi-lagi pergi

dan jaga pagi mengoyak pertemuan dua jiwa
seperti konstelasi bintang yang terberai lagi
hilang semua cerita
ia berbalik dan lenyap
ia pergi dan aku tertinggal dalam nganga yang kering

ia kembali
lewat sebuah mimpi
tetapi, hanya untuk lagi- lagi pergi

No comments:

Post a Comment