Monday, 7 May 2012

gerimis pagi dan selimut dan dongeng kasur



Ini adalah gerimis pertama yang merintik di pagi ini…

Dingin membangunkanku dari nyenyak tidur, tapi tidak membikin sebal. Karena seperti biasanya, bagiku hujan dan dingin semacam ini adalah ritual awal yang akan membuka penjelajahanku ke dunia lain. Dan titik- titik gerimis memang bagaikan kawan yang
siap mengantar aku berkelana.

Aku merasa sedang berada di suatu tempat…

Dengan daun- daun kering berguguran dan bangku taman yang lembab oleh jejak hujan. Atmosfir terasa bersih dan segar, angin bertiup sepoi namun dengan pasti membawa pesan- pesan rindu kepada bunga- bunga ynag mulai menyimpan tawanya untuk hari- hari musim semi.

Aku merasa berada di suatu cerita…

Cerita tentang gadis dengan payung merah yang menunggu pelangi dari tepi danau. Gerimis yang jatuh seolah menjadi bulir- bulir saksi penantiannya, semua jatuh ke danau. Ia mengingat sebuah kata- kata syahdu dalam penantiannya, tentang hujan yang perlahan jatuh ke sungai cinta dan mengiring dua insan pada jalinan kerinduan. Ia menunggu gerimis di sekelilingnya sungguh- sungguh jatuh ke sungai cinta dan mengiringinya dan sang kekasih untuk merajut rindu yang saling menjalin.

Ini adalah gerimis pertama yang mencumbu hari ini…

Aromanya masih membiusku…

Dinginnya masih membisikkan ilusi dan imaji yang meresahkan, tapi menyenangkan…

Ini adalah gerimis pertama di pagi ini. Dan aku ingin kembali sembunyi di balik selimut biruku…

No comments:

Post a Comment