Sunday, 27 May 2012

sungguh bila ku dan kau bisa pulang pada sang malam


Dan kami saling terbakar menginjak dermaga pagi, sebab kami masih ingin berlayar pada samudera malam yang membuat gelora lepas di gumul ombak.
Debar dan getar yang berdebur bersama liukan sepoi bayu malam.
Sedang di balik awan yang setipis helai bulu ayam, mentari gamang ingin kembali jumpa sang kekasih,pulang kembali ke peraduannya.

Ah, betapa aku pun rindu ingin menyatu kembali ke peraduan kita!

Kau ingat?
Di kano-kano aneka warna kita menyembunyikan kisah kesah,
tentang burung albatros yang menjatuhkanku di dekapmu,
tentang pantai yang menyatukan kau dan aku.

Lantas kau akan menghitung butir pasir di pantai dan menyetarakan dengan jumlah rindumu padaku. Hingga lewat angin yang mesra kau memelukku. Sangat lama dan erat.
Seolah membiarkan zaman berlalu sedang kita terus berpeluk!

No comments:

Post a Comment