Saturday, 16 June 2012

inspirasi yang well, berharga !


Sesuatu yang baru- baru dalam 3 hari belakangan ini saya pelajari ialah bahwa terkadang inspirasi itu tidak murah. Cukup mengejutkan bagaimana kata- kata semacam ini terlontar dari seorang saya dengan segala keogahan saya terhadap segala hal yang ribet. Well, saya menyadari fakta ini ketika dalam waktu akhir- akhir ini saya dan seoarng kawan kerap keluar bersama untuk mencari inspirasi. Kami berencana untuk membuat sebuah film pendek yang akan digunakan untuk sebuah kompetisi film pendek dan saya pribadi sedang mencari ide untuk pembuatan naskah teater yang akan dipentaskan September ini dan juga untuk proyek menulis pribadi saya.

Inspirasi pertama kami coba cari melalui konser jazz di pusat kebudayaan Jerman Goethe Institute.
Memang sih konsernya gratis, tapi berhubung setelah konser kami berencana untuk berembuk urusan film pendek, berangkatlah kami setelah konser jazz ke sebuah kawasan kuliner di Menteng. Voila! Mulailah jebol kantong anak kos saya. oke, ini masih bisa ditangani. Saya masih nyante deh.

Esoknya ketika sedang beradu dengan senja yang malu- malu, saya mendapat telepon untuk menonton sebuah pertunjukan teater di Salihara. Awalnya saya ingin menolak, tapi mengingat ada hal yang perlu saya diskusikan pula dengan kawan- kawan teater yang mengajak saya nonton, maka berangkatlah saya bersama kawan yang akan membuat film pendek ke Salihara. Setelah percobaan naik angkot sambil pegang peta agar gak nyasar ke salihara karena ternyata saya lupa jalannya, sampailah kami di depan gedung pertunjukan. Meskipun kami mendapatkan diskon 50% karena kami mahasiswa, yeah tetap saja tergelontorlah 25.000 untuk nonton teater berjudul Leur Asia, dan sebelumnya kami sempet makan dulu akibat sejak pagi belum makan dan kelaparan ! yah gak rugi- rugi amat sih, di dalam gedung pertunjukan saya bertemu dengan Sitok Srengenge yang jadi idolanya Aflah. Saya girang, tapi tetap tidak bisa menutupi ketidakpuasan saya terhadap pertunjukan yang kurang nendang. Diskusi berjalan agak di luar perkiraan saya. Alih- alih membahas urusan  pertunjukan September nanti dan acara kaderisasi, kami cenderung membahas politik di kampus dan sistem pendidikan yang kumat salah kaprah ! its fine sebenernya, Cuma agak melesat dari perkiraan saja.

Dan akhirnya tiba pada hari ini, saya dan si kawan pembuat film melancong lagi untuk memcari inspirasi. Kami memutuskan untuk mengunjungi Reading Room di Kemang. Karena tempat ini sistemnya kafe plus library, maka mau gak mau kami merasa perlu membeli sesuatu untuk masuk ke mulut. Lagi, keluarlah rupiah. Argh, kenapa sih gak bisa gratis aja???!  Saya membatin.

Tapi pikir saya kadang emang untuk mendapat sesautu yang worth it dibutuhkan pengorbanan kan?!

Well yang penting saat ini saya perlu ikhlas biar bisa berkah! Hahahahha
Anyway berkah pertama udah terasa dan nampak kok. Barusan Nicholas Saputra dengan oh wow nya lewat di depan saya ! huhuw dia kan aktor Indonesia favorit saya. gzz hampir lha tadi saya gak bisa ngontrol ekspresi, tapi thanks gawd I think noone saw me ! hahaw yeah he’s real hansamu anyway.

Okay im looking forward to any good experience or maybe better one ! hehew J

No comments:

Post a Comment