Monday, 22 October 2012

Cerita Tengah Malam

malam masih gelap, titik- titik cahaya fajar masih begitu jauhnya dari ufuk timur yang lelap
serombongan kawan mendatangi warung bubur kacang hijau, duduk di bangku panjang dan mengoceh ba-bi-bu-be-bo
pesan mie rebus dan es kopi dari si abang warung
sambil melinting lisong, serombongan kawan mulai berdagel dengan gurauan yang hanya mereka yang tahu

sesekali si abang warung menimpali sambil tersenyum renyah
usia mereka sama sekali tidak jauh terpaut
hanya kelas pendidikan dan ekonomi saja yang sejenjang bedanya
si abang tidak sempat tamat SMK, sedangkan serombongan kawan sempat hura- hura di bangku kuliahan

malam masih begitu gulita walaupun sudah lewat penghujung hari
seorang gadis dengan berlembar- lembar catatan menyambangi warung yang seolah berkicau itu
rambutnya kacau dengan wajah serupa bantal, barang kali mengantuk tapi terpaksa terjaga
ia memesan mie goreng dan es kopi juga rupanya
dagel serombongan kawan sempat berhenti
tersentak oleh keseriusan si gadis yang menekuni lembar- lembar kertas bertulis bahasa asing yang dibawanya
sesekali mereka mendengar si gadis meracau dalam bahasa inggris

selintas saja, kemudian dagel itu kembali menjadi tuan di warung bubur kacang hijau
menjadikan warung kecil tersebut begitu hiruk pikuk di tengah kesunyian malam
ocehannya tentang tampilan blackberry dan facebook
tentang kecengan dan trending topic zaman sekarang

si gadis makan dalam diam, sesekali nampak mengamati catatannya yang lain dengan rupa serius
hanya karena laparlah si gadis itu keluar sarang
maka seusai santapnya yang sangat dini hari, ia lekas pulang
membayarkan sembilan ribu rupiah bersama senyum yang letih
sungguh, ia kurang tidur

serombongan kawan tidak ambil pusing, mereka terus terbahak dengan dagelan yang hanya mereka yang tahu
si abang warung menguap dan membuka lini sosialnya, barangkali aktivitas yang disebut galau bisa membuatnya kian terjaga dan cepat dapat pacar
sementara itu, malam masih saja petang
dan sinaran fajar masih dalam tempuh beberapa jam sebelum menyentuh ufuk membawa terang

No comments:

Post a Comment