Friday, 25 January 2013

Hari Sebelum Pulang

Hari ini mendung dan kabut seolah memeluk erat atmosfer Jakarta. Segala mozaik yang nampak di jalanan berubah menjadi sesederhana kasih dan serumit cinta. Aku ingat, kata- katamu mengalir bagai senandung rindu di keheningan kala langit berubah kelabu, dulu. Aku ingat, senyum jenakamu menggelitik sejumput sepi yang berkarang di dadaku, dulu. Aku ingat, kemudian  jarak membentang seluas samudera antara kau dan aku, kini.

Thursday, 24 January 2013

Suatu tengah malam di pinggir Gatot Subroto

Aku suka melihatmu dari sini. Dari sudut yang 5 meter jauhnya dari ragamu tapi bisa dengan jelas melihat seluruh dirimu. Melihat keindahan senyummu yang berhias lesung pipit. Melihat teka- teki dalam diammu.

Friday, 11 January 2013

Wajah: Dermaga Muara Angke




Suasana di jalan masuk menuju dermaga Muara Angke. Kapal- kapal tradisional nampak sedang bersandar menunggu waktu yang tepat untuk kembali melayar. Muara Angke merupakan suatu pelabuhan kapal ikan yang terletak di bagian utara kota Jakarta. Pelabuhan yang banyak menjadi wilayah mata pencaharian nelayan sekitar Jawa ini memiliki fasilitas pelengan ikan, pasar ikan dan berbagai tempat makan makanan laut. Untuk mencapai Muara Angke dapat digunakan trasportasi bus, TransJakarta maupun metromini.

Jealousy


Ini bukan perasaan yang baik untuk dipelihara, aku tahu
Ini bukan hal yang baik bagi aku dan sekitarku, aku tahu

Monday, 7 January 2013

Mister Mysterious

Dan ia kembali lagi. Seperti sebelumnya, lewat mimpi. Hanya untuk kemudian kembali pergi untuk tenggang waktu yang aku tak tahu.

***

Ini yang ketiga kalinya aku mengalami hal ini. Bertemu dengan orang yang aku tak tahu siapa tapi kemudian aku merasa begitu dekat dengannya.
Saat itu siang, jam 10 hingga 11 siang seingatku. Aku sedang tidur, tidak lelap. Sampai tiba- tiba aku jatuh dalam mimpi.
Mimpi tentang kematian seorang kawan yang membuat aku dikejar orang- orang sekampung untuk dibunuh.