Friday, 11 January 2013

Wajah: Dermaga Muara Angke




Suasana di jalan masuk menuju dermaga Muara Angke. Kapal- kapal tradisional nampak sedang bersandar menunggu waktu yang tepat untuk kembali melayar. Muara Angke merupakan suatu pelabuhan kapal ikan yang terletak di bagian utara kota Jakarta. Pelabuhan yang banyak menjadi wilayah mata pencaharian nelayan sekitar Jawa ini memiliki fasilitas pelengan ikan, pasar ikan dan berbagai tempat makan makanan laut. Untuk mencapai Muara Angke dapat digunakan trasportasi bus, TransJakarta maupun metromini.




Memasuki Muara Angke, kita akan disambut terminal Muara Angke dan pasar ikan. Sistem sanitasi dan pembuangan yang kurang baik membuat kawasan ini mudah tergenang air dan banjir kala hujan datang.



Selain pasar ikan, tentunya Muara Angke memiliki dermaga yang menjadi tempat puluhan kapal tradisional para nelayan bersandar. Awal menjejakkan kaki pada bagian dermaga, terdapat sebuah pemandangan yang cukup ironis. Puluhan kapal yang sedang menunggu gelombang yang tepat untuk berlayar tampak sangat kontras dengan pemandangan megah gedung- gedung apartemen yang berdiri di latar belakang mereka. Seperti sebuah cermin ketimpangan ekonomi dan sosial yang kelewat nyata.




Sepanjang dermaga, terdapat warung dan juga kapal- kapal. Gerobak dan boks- boks ikan juga berjajar rapi menunggu kedatangan hasil tangkapan. Sementara itu, di atas kapal- kapal terlihat lampu- lampu bohlam menggantung anggun. Siap menjadi perangkat yang membantu para pahlawan protein mencari penghidupan.


Tertawa ceria, Samudera masih Biru.







Hujan yang mengguyur deras kawasan pelabuhan Muara Angke tidak memukul surut semangat kerja para pahlawan protein. Mereka segera bahu membahu memindahkan ikan dari kapal ke boks ikan untuk dijual ke para tengkulak. Sejumlah besar ikan juga nampak siap dimasukkan ke dalam truk untuk diangkut ke Pulau Dewata.
Berkah hujan telah bisa dicicip.


Wanita ini berasal dari Medan dan setiap harinya berkeliling dermaga untuk menjajakan makanan maupun minuman ringan yang ia bawa.


Sementara di seberang sana, gedung- gedung cantik nan mewah menjulang. Olok- olok.


Obrolan singkat di atas kapal. Hujan masih mengguyur, pemuda- pemudi masih ingin bertanya tentang kehidupan para nelayan.


  


Tiba di ujung, wajah- wajah kawan seperjalanan.

Muara Angke
Kamis, 10 Januari 2013

No comments:

Post a Comment