Wednesday, 10 April 2013

Diorama Karousel

Ada dua buah firasat yang sejak kemarin menghantui saya.

Pertama, kemarin terus terngiang di kepala saya sesuatu tentang diorama tanpa bingkai dan karousel yang berputar tanpa mesin. Diorama ini seperti replika kejadian yang telah terjadi tapi dalam ukuran yang sangat besar hingga saya tercakup juga dalam diorama itu.
Sedangkan karousel yang ada di kepala saya adalah karousel yang berputar dan menampilkan sejumlah pemandangan tertentu secara terus menerus.

Diorama dan karousel itu seperti sebuah repetisi yang terus menampilkan kejadian sama yang berulang lagi dan lagi.

Lalu semalam, saya mengalami mimpi. Mimpi yang menipu dan memberi pencerahan palsu. Mimpi yang membuat saya percaya bahwa sebaiknya saya tidak perlu lagi percaya dengan mimpi. Toh mimpi cuma bunga tidur dan manifestasi emosi.

Dan hari ini kembali pada momen dimana dunia kehilangan langitnya. Langit yang kalau boleh jujur memang tidak pernah dan tak akan pernah menjadi miliknya. Ada warna matahari yang mendadak pudar, ada pelangi yang kemudian berlari pergi dan ada awan- awan yang resmi menutup diri. Angkasa menghitam dengan sekelumit kelabu yang membuat hujan turun terus- menerus.

Saya kemudian mengecek kondisi fisik saya. Saya cemas kalau- kalau dunia yang kehilangan langit membuat saya sakit. Ah ternyata benar. Saya mengalami sesak nafas yang akut hingga perut saya menjadi sangat mual. Ada kebocoran di mata saya yang tiba- tiba sulit ditangani. Bahkan terjadi serangan jantung yang sangat mendadak, tidak direncana ataupun diduga. Sakitnya membuat lemas dan ngelu di dada.

Benar saudara- saudara, hari ini untuk yang ke sekian kalinya dunia telah kehilangan langitnya. Dan sebagai makhluk hidup yang menghuni dunia ini, saya jadi sakit. Tapi tidak apa- apa, toh dunia masih tetap belum kiamat meskipun jadi tidak berwarna. Toh ini hanya diorama tanpa bingkai atau karousel yang berputar tanpa mesin. Yang sudah terjadi ini telah pernah terjadi dan nanti akan terjadi lagi.

Dunia menjadi tanpa langit lagi. Menjadi berlangit lagi. Lalu tanpa langit lagi. Dan seterusnya....
Karousel yang berputar tanpa mesin dalam diorama tak berbingkai.

No comments:

Post a Comment