Saturday, 29 June 2013

Ambang

Aku masih  belum menemukan apa yang ingin aku tulis.
Hatiku masih terus biru, dan kini ia malah kian mengelabu. Aku terjebak di dalamnya. Menjadi jiwa
yang kian lama kian abu- abu.
Aku masih tidak tahu apa yang ingin aku kerjakan.
Aku berhenti sedangkan waktu terus berjalan. Ia melaju meninggalkan seluruh hampa kenangan. Ia tidak lagi menoleh, tidak pula melambat atau menjeda.
Di sini rasanya begitu seorang diri. Dengan jalanan yang kian padat dan keramaian yang kian hingar.
Di antara debu dan asap knalpot, aku rasanya lebih berjelaga. Tubuhku terlampau lekat oleh bekas kremasi sakit hati masa lalu. Begitu hitam dengan aroma dendam.
Aku masih belum menemukan apa yang ingin aku utarakan.
Hatiku masih berevolusi menjadi entah apa, sampai entah kapan, dengan entah bagaimana.
Ia terus mengelabu, sedang tubuhku terus menghitam.

Antara Bentara Budaya hingga warung mie ayam pojok gang.

No comments:

Post a Comment