Thursday, 25 July 2013

Pendewasaan Yang Lain

Mungkin memang beginilah prospek menuju kedewasaan yang selanjutnya....

Hari ini jelas bukan hari yang menggembirakan bagi saya. Sebuah keinginan dan harapan yang sudah saya rawat baik- baik harus menghadapi dinding realita yang tidak menyenangkan. Berbagai visi dan angan- angan untuk sejenak harus terjun bebas. Saya tidak lolos menjadi peserta pertukaran pelajar itu.

Setelah hari- hari perjuangan yang menguras emosi dan energi, setelah kesulitan dan sakit hati yang tidak sekejap saja terjadi, setelah jalan panjang perjuangan....
Ternyata saya gagal, lagi. Untuk kali ini, saya sudah berjanji bahwa jika saya gagal, maka saya harus berhenti bermain- main untuk kesenangan saya semata. Saya harus mulai sungguh- sungguh menyusun jalan ke depan dan ini bukan hanya tentang kesenangan dan apa yang saya mau saja.

Pengetahuan tentang kegagalan ini ternyata tidak membuat saya menangis. Aneh, padahal di hari- hari lalu saya tidak sanggup membayangkan bagaimana jadinya bila saya gagal. Tapi ternyata, saya cukup waras dan kuat untuk tidak mewek seperti bocah. Kecewa? Tentu. Menyerah? Anehnya tidak. Saya bahkan masih berharap ada salah pemberitahuan yang ternyata tidak terjadi. Tapi toh saya masih tegar dan memilih segera menyusun visi selanjutnya. Saya menolak bahkan untuk bersedih.

Mungkin ini semua terjadi karena dalam proses berjuang untuk mendaftar program itu, saya dipaksa belajar banyak hal. Terutama belajar tentang tekad, harapan dan ketabahan. Ada harapan dan tekad kuat yang mengembang di hati saya. Dan ini membuat saya seolah diliputi oleh harapan- harapan lain bahwa pasti di sudut sana ada pintu lain yang sudah dibukakan untuk saya. Pintu yang jauh lebih tepat. Saya tidak sanggup menunduk, karena menunduk berarti saya akan jatuh ke kekecewaan yang terlalu tidak perlu. Jadi, saya angkat kepala dan mengakali terus dinding realita yang kerasnya telah menghadang keinginan saya/

I have nothing to loose.
This is just another result from another battle.
I still have other battles to fight.
Thus I am sensible enough to not weep.
I am sane enough to go on,

Mungkin ini yang disebut sebagai proses pendewasaan.

No comments:

Post a Comment