Wednesday, 16 October 2013

Dhias dan Tuan Toad

Dalam kisah cinta Katak dan Sang Puteri, Katak sesungguhnya adalah seoarang pangeran sombong yang dikutuk oleh penyihir agar menjadi katak seumur hidup hingga ia menemukan seorang puteri yang bersedia menciumnya. Katak kemudian bertemu dengan seorang puteri yang baik hati. Puteri mencium katak dan kutukan pun sirna.
Keduanya saling jatuh hati dan kemudian hidup bahagia selamanya.

Betapa indah dan membahagiakan.

Tetapi dalam kisah Dhias dan Tuan Toad, segalanya sungguh berbeda. Tuan Toad bukanlah pangeran congkak yang dikutuk menjadi katak hijau, ia sungguh- sungguh pangeran di dalam hatinya. Dan Dhias bukanlah seorang puteri cantik yang baik hati, ia hanya seorang gadis biasa yang sangat bermasalah. Sesungguhnya dalam kisah Dhias dan Tuan Toad, Dhias-lah yang membutuhkan penyelamatan dari Tuan Toad. Tapi Dhias bukan puteri, Dhias hanya seorang gadis yang jatuh hati kepada Tuan Toad meskipun ia tahu persis bahwa Tuan Toad tidak akan pernah merasa hal serupa terhadapnya.

Dan cerita Dhias tidak akan pernah menjadi seperti dongeng Cinderella, Katak dan sang Puteri ataupun dongeng- dongeng penuh cinta yang klise yang biasa menghantarkan tidur. Cerita ini hanya akan mengalir sebagaimana umumnya realita terjadi. Tuan Toad akan menjemput puteri- puteri idamannya dan Dhias akan terus melanjutkan hidup sebagai bayang- bayang yang tidak mampu lepas dari sosok Tuan Toad. Selamanya ia terjebak tanpa ada jalan keluar.

Ini hanya sebuah kisah klasik yang kadang kita jumpai di keseharian. Tidak seindah dongeng- dongeng penghantar tidur, tapi itulah kenyataannya.

Mr. Toad & Dhias, karya Abhimata


No comments:

Post a Comment