Saturday, 14 December 2013

Memang Permainan

Satu per satu bocah-bocah bertampang polos mengajukan diri untuk hari Pengundian. Mereka tidak lolos. Akulah pemenangnya! Aku terpilih! Lusa tidak akan ada lagi duka...
---
Gadis berkepang satu itu berjalan menyusuri lorong kaca yang menghantarkan ke alun-alun kota. Ia terpilih dari ribuan bocah ingusan untuk mencoba peruntungan dan hidup di pusat kedaulatan negara. Ia berkesempatan menjadi apa saja yang ia mampu. mimpi buruk telah berakhir, pikirnya.