Wednesday, 19 February 2014

Ngger, padam...

Ngger, di muka sang Janus sudah terberai sebuah rasa terhadapmu. Aku mengingat begitu banyak tawa dan suka cita bersamamu. Keri ada di hatiku setiap teringat permainan lucu kita dari waktu ke waktu. Sudah tumbuh sayang kah di hatimu buatku, Ngger?

Aku paling suka kalau kau memainkan rambutku. Seolah-olah jemarimu itu bukan cuma sedang menyentuh rambutku tapi juga hatiku. Lalu aksara di kepala yang tadinya begitu rapat mulai punya spasi dan makna. Ya, kamu menjadi spasi yang memberi makna.

Saturday, 15 February 2014

Sungai

Biarkan ini semua mengalir seperti sungai
Entah kemana suatu ketika akan bermuara di suatu samudra
Biarkan ia menjadi cerita bagi setiap peziarah yang singgah untuk sekejap menghapus dahaga akan penyegaran
Entah siapa yang akan pada akhirnya mengambil bahtera dan turut menyambut arus bersama alir air ini