Wednesday, 16 April 2014

Permintaan Buatmu

Ngger, dalam belulang yang membaja ini masih merasuk rindu tentangmu. Pilu yang sekian minggu lalu membeku di relung kalbu, kini seolah luluh luber jadi sesosok hantu. Ngger, seluruh jagadku rasanya kembali terpaku pada sosokmu.

Ngger, di bawah purnama rembulan aku tercekik syahdu. Tetapi aku tak pernah tahu bagaimana rasamu.
Sedangkan perempuan manapun tak akan sudi berdiam pada ruang abu-abu. Bulan pun tahu itu. Maka hadirmu selalu jadi gulana baru yang mengusik batinku.

Ngger, jika hati ini adalah beranda dan rindu adalah debu, maka sungguh ingin kusapu jauh debu rindu itu. Ingin kujaga agar beranda hati ini tetap bersih dan tak berdebu. Ngger, bukannya aku ingin membuangmu. Hanya saja kini aku telah penuh dan datangmu membawa sesak bagiku. Sehingga aku butuh kau untuk segera berlalu. Pergi saja dengan Sang Roda Waktu.

Ngger, dalam belulang ini masih ada dirimu. Tetapi aku minta kau larut saja dengan waktu. Aku minta, pura-puralah bahwa aku tak pernah mencintaimu !


No comments:

Post a Comment