Friday, 16 May 2014

Kelana di rumput hijau

Mungkin sebagian dari dirinya bodoh atau dungu. Kelana kembali tersasar dan menginjak rumput yang bukan miliknya. Ia pikir kala senja itu, sang rumput memanggilnya untuk berbaring bersama dan menatap purnama. Ia pikir.. Ia pikir.. Ia pikir ini adalah kemungkinan baginya untuk tinggal sementara.

Tetapi bahkan kata sementara tidak ada di udara antara rumput dan Kelana.

Monday, 12 May 2014

Labuhan Hilang

Hari ini dan beberapa hari lalu nampak seperti repetisi dari hari-hari yang lebih lampau. Entah mengapa.
Barangkali semburat kegamangan yang menyala-nyala yang kemudian membawa rasa itu. Barangkali sunyi yang begitu hingar yang membuat hari-hari jadi seolah begitu sama.

Beberapa tempat telah pernah menjadi labuhan dan sandaran, beberapa lainnya kemudian ditinggalkan karena terasa ada kontur yang tidak cocok. Orang datang dan pergi, begitu pula denganku. Kesadaran bahwa hal-hal tidak akan selamanya sama memang tertanam dengan baik di kepalaku. Dan segala labuhan yang pernah disinggahi, barangkali aku mulai merasa enggan percaya bahwa selamanya ia akan punya kontur yang cocok denganku. Barangkali kelak aku berubah atau mereka berubah hingga kita kemudian tidak bisa lagi ada.