Monday, 12 May 2014

Labuhan Hilang

Hari ini dan beberapa hari lalu nampak seperti repetisi dari hari-hari yang lebih lampau. Entah mengapa.
Barangkali semburat kegamangan yang menyala-nyala yang kemudian membawa rasa itu. Barangkali sunyi yang begitu hingar yang membuat hari-hari jadi seolah begitu sama.

Beberapa tempat telah pernah menjadi labuhan dan sandaran, beberapa lainnya kemudian ditinggalkan karena terasa ada kontur yang tidak cocok. Orang datang dan pergi, begitu pula denganku. Kesadaran bahwa hal-hal tidak akan selamanya sama memang tertanam dengan baik di kepalaku. Dan segala labuhan yang pernah disinggahi, barangkali aku mulai merasa enggan percaya bahwa selamanya ia akan punya kontur yang cocok denganku. Barangkali kelak aku berubah atau mereka berubah hingga kita kemudian tidak bisa lagi ada.


Suatu ketika senja hendak berakhir, lalu gelap yang mendekat terasa begitu mencekam. Tetapi ia tak pernah lebih mencekam dari waktu menjelang datangnya pagi. Sama halnya dengan kedekatan. Seorang diri memang terasa begitu mencekam. Tetapi ia tak pernah lebih mencekam dari pada bersama-sama orang lain... Sebagian akan berkata bahwa diri telah terjebak dalam dunia ilusi. Sebagian lainnya akan berkata bahwa penolakanlah yang terjadi hingga segalanya selalu ajeg dan menjauh. Hey, apakah kau tahu seperti apa ketakutan itu? Apakah kau tahu seperti apa ketidakberdayaan itu? Perasaan muak yang membuat lumpuh.

Ah tapi kau memang tak perlu tahu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, suatu ketika kita akan tak lagi ada karena kontur yang mulai tak saling cocok. Suatu ketika labuhan akan berubah atau mungkin yang berlabuh yang berubah.

Jika memang imajinasi ini yang kelewat kuat, aku bertanya-tanya mengapa tidak dihancurkan saja kepala ini? Sekalian biar sempurna dekonstruksi itu terjadi. Hancurkan saja hingga otak tidak lagi mampu berpikir. Hancurkan saja... Hancurkan... Hancurkan sebelum seperti kau bilang bahwa itu yang lantas memerangkap !

I find this alley is so empty...
So crowded but so empty...
And you tell me I am no deaf, no either blind...
And you tell me that its the mind that thinks it empty...
So its the mind that got the malady...\
So why don't you crush it like the rest of my people who had crushed me slowly?

No comments:

Post a Comment