Tuesday, 10 February 2015

Review Film : Thirteen Days

Thirteen Days merupakan sebuah film thriller Hollywood yang mengambil latar belakang tahun 1962 pada saat krisis nuklir Kuba berlangsung. Film garapan Roger Donaldson ini memulai menit pertamanya dengan temuan foto- foto oleh pesawat pengintai U-2 milik USA pada Oktober 1962. Foto- foto tersebut menginformasikan bahwa USSR sedang dalam proses penempatan senjata nuklir di Kuba. Kecurigaan USA terhadap aksi USSR ini mendapat sangakalan dari USSR sehingga kemudian konfrontasi muncul antara kedua belah pihak. Sementara itu kecurigaan USA semakin berkembang melalui foto- foto pesawat pengintai bahwa senjata nuklir Kuba tersebut diarahkan ke kawasan USA dan berpotensi membunuh jutaan nyawa penduduk USA.

John F. Kennedy ( Bruce Greenwood) yang pada saat itu memegang jabatan sebagai Presiden USA bersama Asisten Seniornya Kenny O’Donnell ( Kevin Costner) dan Tangan Kanan JFK yaitu Robert F. Kennedy segera membentuk Komite Eksekutif pada 16 Oktober 1962 yang terdiri dari beberapa pejabat senior  yang berfungsi untuk mencari solusi krisis nuklir di Kuba tersebut. Langkah awal yang dilakukan Komite Eksekutif dan JFK ialah blockade perairan yang menuju ke Kuba meskipun pada dasarnya terdapat kecenderungan militer dan Komite eksekutif untuk melakukan serangan langsung ke Kuba. Blokade yang dilakukan ditujukan sebagai tanda bagi pemimpin USSR Nikita Kruschev bahwa jika USSR tidak memindahkan senjata nuklirnya dari Kuba maka USA akan melakukan tindakan yang lebih keras. Namun ternyata blockade ini gagal ketika kapal USSR berhasil mengecoh dan menembus blokade tersebut.

Dalam film ini digambarkan bahwa kemudian USA membawa kasus ini ke sidang Dewan Keamanan PBB dan meminta jawaban USSR atas perkara senjata nuklir di Kuba.
USSR bungkam bahkan cenderung menyangkal apapun dan negara- negara yang awalnya mendukung USA mulai memunculkan reaksi ketidakpercayaan mereka atas tuduhan USA kepada USSR. Ketika bukti- bukti foto dari pesawat pengintai dihadirkan, USSR tidak mungkin berkelit dan melalui pendekatan ini secara jelas USA mendapat dukungan dari anggota Dewan Keamanan atas tindakan tegas yang mesti diambil terhadap krisis nuklir Kuba.

Pada 27 Oktober 1962 intelejen USA melaporkan bahwa rudal Kuba telah aktif beroperasi dan menyebabkan seorang pilot USA tewas tertembak saat proses pengambilan gambar Kuba lewat udara. Insiden inilah yang kemudian mendorong USA dan JFK untuk mengeluarkan perintah serangan udara ke Kuba yang akan terjadi pada 29 Oktober 1962 jika USSR tidak memindahkan senjata nuklirnya dari Kuba. Selama tenggang waktu tersebut, USA berhasil menjalin diplomasi dengan Duta Besar USSR Anatoly Dobrynin. Setelah perundingan panjang yang cukup alot, masalah nuklir ini ternyata berpangkal dari kesalah pahaman kedua belah pihak bahwa di satu sisi pentagon USA merasa perlu mengambil tindakan tegas terhadap nuklir USSR yang berada di Kuba sedang di sisi lain USSR yang tidak berniat meluncurkan nuklirnya ke USA mengira bahwa USA tengah bersiap menyerang USSR lewat Kuba.

Thirteen Days menguak krisis nuklir Kuba pada tahun 1962 melalui sudut pandang Gedung Putih. Melalui film ini, dapat terlihat bahwa solusi melalui diplomasi sangat diperlukan untuk mencegah perang yang sewaktu- waktu dapat pecah selama krisis nuklir berlangsung. Selain itu, perubahan dalam strategi hubungan antar negara mulai terjadi dimana negosiasi tidak lagi melulu ditandai dengan adu kekuatan militer melainkan melalui pendekatan yang mengutamakan softpower. Dalam hal ini setiap tindakan menjadi bahasa isyarat bagi lawan sehingga setiap keputusan dan tindakan harus dipertimbangkan secara matang dampak serta akibatnya.

-- FIN

Tulisan ini dibuat pada Februari 2013

No comments:

Post a Comment