Monday, 17 August 2015

Berkah

Kendati kesulitan terus datang, semesta tak pernah habis akal menghibur Kelana. Lewat sore oranye yang teduh dan angin yang membelai lembut, Kelana kembali dikenalkan pada kedamaian dan rasa syukur. Ia masih hidup dan masih bisa melihat keindahan, bukankah itu berkah?

Langkah kakinya meringan. Jalanan ramai dengan khalayak yang meramaikan kemerdekaan negeri ini. Tata ruang kota yang tak lagi menyediakan banyak ruang bermain membuat warga menyekat jalan untuk permainan - permainan khas hari kemerdekaan.
Anak-anak tertawa riang, para orang tua pun turut bermain dengan girang. Gempita suasana, riuh dimana- mana. 

Kali ini, Kelana mengacuhkan berbagai konsepsi pemikiran kritis yang sudah terbentuk di kepalanya. Biarkan saja keriuhan ini menari-nari bersama senja yang mulai tergelincir ke bibir malam apa adanya.

Kelana terus berjalan. Bibirnya tersenyum dengan kelegaan yang tak terkatakan. Semesta masih menyayanginya. Ini berkah.

2 comments:

  1. Siapa nama panjang Kelana? Aku pingin kenal lebih jauh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelana belum punya nama panjang, kakak. Tapi seandainya kakak ingin kenal Kelana lebih jauh, kakak bisa singgah di blog ini dan membaca pertumbuhan Kelana :)
      Cheers

      Delete