Wednesday, 27 April 2016

Dimana Tuhan?

Tuhan bersama kita
Ketika kita memandang Bimasakti kala purnama
Ketika kita larut dalam imaji lanskap alam yang penuh pesona

Tadaima! I'm home!


Setelah sekian lama terkurung bising yang luar biasa memekakkan telinga, akhirnya kesempatan itu datang. Sekalipun begitu sempit, tapi ia tetaplah kesempatan. Sebuah sunyi akhirnya bersenandung damai. Sekalipun sunyi itu diawali dengan peristiwa jatuh berguling dari kereta api Tawang Jaya yang belum betul-betul berhenti melaju. Lutut pun berdarah dan rasanya cukup pedih.

Tapi itu pun sungguh malah makin mengingatkan hari-hari lalu di kota ini. Kota yang menyaksikan seorang gadis bengal tumbuh. Seorang gadis yang acap kali terjatuh tanpa sebab dan pulang ke rumah dengan luka dedel dowel sembari menangis kencang. Kota yang delapan tahun lalu aku tinggalkan karena terpaksa...

Monday, 25 April 2016

Beth

Gadis itu mendengarkan seolah gemuruh air yang mengalir adalah deru di dadanya yang sesak. Gadis itu nyaris terpekik ketika menyadari bahwa gemuruh yang mengetuk indera pendengarnya tak lain adalah darah Theresa yang berkejaran keluar dari arteri jantung. Sementara itu, seorang lelaki jangkung bernama Binson menyeretnya. Meneriakkan kata-kata yang terdengar berasal dari timbunan neraka. Gadis itu meronta. Gadis itu ingin duduk di sisi Theresa layaknya sosok yang berjaga di tepi ranjang pesakitan.

Tetapi Binson menyeretnya lagi. Gadis itu meronta. Binson lalu menghajar gadis itu.

Friday, 22 April 2016

Pelangi

Aku ingin bercerita padamu tentang pelangi. Ia adalah spektrum yang terpecah dari satu pita putih panjang. Dengan air mata Tuhan yang pengasih, warna putih itu terurai menjadi bentangan merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Pelangi... L'arc en ciel;

Sunday, 10 April 2016

Menilik Ibukota Lewat 'Jakarta Kultur'


Pentas Lakon 'Arwah-Arwah' sebagai pembuka acara JaKul

Senin, 28 Maret 2016 lalu Aula Nurcholish Madjid Universitas Paramadina digubah menjadi sebuah gedung pertunjukan. Naskah ‘Arwah-Arwah’ karya W.B Yeats yang disutradarai oleh Aa Saepudin dipentaskan sebagai pembuka rangkaian acara ‘Jakarta Kultur; Jakarta Punya Siape?’. Tak hanya pentas teater lakon Arwah-Arwah, acara Jakarta Kultur yang berlangsung dari 28 -31 Maret 2016 juga menampilkan pertunjukan teater lakon RT 00/RW 00, Malam Puisi, workshop fotografi, talkshow tentang Jakarta, bazaar kuliner Betawi serta Orkes Musik.

Acara yang dihadirkan oleh UKM kafha Paramadina ini mengangkat fenomena urban yang hadir di Jakarta. Menurut koordinator umum UKM kafha- Husein Alattas, UKM kafha merupakan laboratorium kemanusiaan dan kebudayaan yang fokus pada isu-isu seputar kedua nilai tersebut. ”Program kami bervariasi mulai dari teater, diskusi liberal arts, pengkaderan hingga pengembangan media. Umumnya setiap program bermuatan isu kebudayaan dan kemanusiaan. Namun titik tekannya justru pada proses pembuatan dan persiapan program yang mengutamakan kemanusiaan sejak dalam hal terkecil.” Ungkap Husein.

Berangkat dari program kaderisasi jenjang pertama bernama Akselerasi, acara Jakarta Kultur dimaksudkan untuk menjadi refleksi potret kemanusiaan dan kebudayaan di Jakarta.

Sunday, 3 April 2016

Perenungan Seorang Urban

Kota ini lama kelamaan terasa seperti candu.

Awalnya aku bersikeras menyatakan bahwa aku tak akan pernah gandrung dengan kota ini. Selamanya aku akan lebih memilih pinggiran kota yang sejuk, lengang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian metropolitan. Tapi itu dulu. Hingga kemudian setelah beberapa tahun menetap di ibukota untuk studi dan perantauan kehidupan, rasa-rasanya sesuatu berubah. Segalanya terjadi dan luput dari kesadaran diri.

Lambat laun pinggiran kota rasanya menjemukan. Segala tempo yang lambat rasa-rasanya membuat gatal. Kesunyian jika lama didengarkan malahan membuat frustasi. Ini janggal.