Tuesday, 30 August 2016

Perepet Merepet

Bercerita. Menunggu terbitnya matahari tepat di kala tergelap.
Tidak, tidak sekedar bercerita.
Menggagas wacana dan mencoba bereksperimentasi dalam keseharian.
Diri, adalah percobaan.
Meletakkan nyaris segalanya dalam pertaruhan.
Toh tidak pernah sendirian, sebetulnya.
Walau memang datang dan pergi pasti sendirian, senyatanya.

Berapa banyak persimpangan?
Berapa banyak perjumpaan?
Setiap menit adalah pilihan.
Menjalani sebenar-benarnya sesungguh-sungguhnya.
Perjuangan.
Meretas kebodohan dan kemiskinan akses.
Sekalipun kata kadang bercerai habis di kepala.
Belajar.
Sekalipun kerap dipandang sebelah mata.
Ah tapi yang paling pahit masihlah ketidakadilan, bukan ejekan.


Bercerita. Menyeduh kopi tergetir sembari mendedahkan wacana.
Memisahkan lara dari inangnya.
Melihat spektrum yang lebih luas dari sekedar luka perseorangan.
Perjuangan.
Meretas kebodohan dan kemiskinan akses.
Bisa lewat mana saja.

Uraikan dulu benangnya.
Mari buat simpul-simpulnya.
Jadi kan rangkaian. Jejaring.
Lahir memang sendiri.
Mati juga sendiri.
Tapi di antaranya, musti bergandeng tangan.

No comments:

Post a Comment